COntoh Proposal PTK IPA

September 12, 2011 | Author: | Posted in Pengertian, Proposal

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Dalam pembelajaran lebih memfokuskan agar peserta didik dapat belajar secara optimal melalui berbagai kegiatan edukatif yang dilakukan pendidik. Dengan kata lain pembelajaran adalah kombinasi yang tersusun meliputi unsur manusia, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang paling mempengaruhi untuk mencapai tujuan.
Salah satu tujuan pendidikan adalah menghasilkan siswa yang mempunyai semangat untuk terus belajar seumur hidup, penuh rasa ingin tahu dan berkeinginan untuk menambah ilmu, kunci untuk mewujudkan semua ini adalah adanya motivasi yang kuat dan terpelihara dalam diri siswa untuk belajar.
Seorang guru senantiasa dihadapkan dengan siswa yang memiliki kemauan belajar yang berbeda, terkadang menghadapi siswa yang kehilangan perhatian dan minat untuk belajar. Hal ini sudah merupakan kewajiban seorang guru untuk mendorong siswa untuk membaca, mengerjakan soal dan tugas atau aktif bertanya ketika guru menjelaskan. Untuk itulah kita perlu motivasi dalam diri siswa dan berusaha mengelolanya dengan baik untuk membantu siswa berhasil mencapai tujuan pembelajaran di kelas dan pendidikan pada umumnya. Pengertian motivasi belajar menurut konsep motivasi yang dijelaskan oleh Hull (1943) dalam Dr. Suciati dkk. yaitu sebagai dorongan untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan agar tetap hidup, dorongan inilah yang menggerakan dan mengarahkan perhatian, perasaan dan perilaku atau kegiatan seseorang.
Bertitik tolak dari pengamatan ketika Pembelajaran IPA berlangsung, perhatian dan aktifitas siswa untuk belajar sangat kurang. Pengajaran yang mempergunakan banyak verbailme akan segera membosankan. Sehingga pengajaran perlu dibantu dengan alat peraga pengajaran. Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa, pada kenyataannya seringkali di sekolah-sekolah guru banyak aktif tidak melibatkan atau memberi kesempatan siswa untuk turut aktif. Demikian menurut William Burton (1890) dalam Moch Uzer Usman.
Berdasarkan pengalaman, melihat permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran, saya penulis berkeinginan untuk berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif yang dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang kita harapkan.

1. Identifikasi Masalah
Melalui refleksi untuk mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran, peneliti meminta bantuan teman sejawat untuk mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi dengan teman sejawat, terungkap beberapa permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran IPA secara umum yaitu :
a. Rendahnya perhatian siswa terhadap materi dalam proses pembelajaran yang diberikan guru
b. Siswa kurang ikut aktif dalam proses pembelajaran yang diberikan oleh guru.
c. Siswa kurang berani dalam bertanya.
d. Siswa kurang mengerti penjelasan guru.
e. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru.
f. Siswa tidak diberi kesempatan bertanya.
g. Guru kurang memberikan motivasi dan kurang menumbuhkan minat siswa terhadap mata pelajaran IPA
h. Guru kurang memberikan alat peraga dalam eksperiment.
i. Guru tidak berupaya / kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran IPA
Analisis Masalah
Masalah yang akan penulis atasi dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah merupakan tugas dan kewajiban seorang guru profesional, diantaranya :
j. Guru kurang memberikan motivasi dan menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran. Pembelajaran yang efektif adalah adanya minat, motivasi dan perhatian siswa dalam belajar.
(1). William James (1890) dalam Drs. Moch Uzer Usman, mengemukakan bahwa minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan derajat keaktifan belajar siswa, faktor yang menentukan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar
(2). Menurut seorang tokoh pendidikan dari Belgia yakni Ovide Decroly (1871-1932) dalam Drs. Uzer Usman mendasarkan sistem pendidikannya pada pusat minat yang pada umumnya dimiliki oleh setiap orang.
k. Guru kurang menggunakan atau memanfaatkan alat peraga, menurut Encyclopedia of Education Research. Media pendidikan (audio, visual, aids) memiliki nilai sebagai berikut :
1. Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berfikir, oleh karena itu mengurangi verbalisme (tahu istilah tidak tahu arti, tahu nama tidak tahu bendanya).
2. Memperbesar perhatian siswa.
3. Membuat pelajaran lebih menetap / tidak mudah dilupakan
4. Memberikan pengalaman yang nyata.
5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinue.
6. Membantu tumbuhnya pengertian
7. Menarik siswa dalam belajar
8. Mendorong siswa untuk bertanya dan berdiskusi
l. Guru kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswalah yang seharusnya banyak aktif sebab siswa sebagai subyek didik.
Hal penting yang menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran melalui langkah-langkah PTK yang difokuskan pada guru untuk memberikan motivasi dan menumbuhkan minat siswa dalam pembelajaran, dengan memanfaatkan media pendidikan yaitu alat peraga. Dan meningkatkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil identifikasi, analisa masalah di atas serta diskusi dengan teman sejawat terungkap faktor-faktor yang menjadi rumusan masalah, maka penulis akan membahas permasalahan yaitu :
1. Bagaimana upaya guru dalam memberikan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA
2. Sejauh mana penggunaan alat peraga yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran IPA

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Di dalam penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan gambaran cara memotivasi siswa dalam proses pembelajaran IPA serta memaksimalkan/optimalkan penggunaan alat peraga dalam melakukan eksperimen pada pelajaran IPA
2. Tujuan Khusus
Sedangkan secara khususnya penelitian dalam pelajaran IPA bertujuan sebagai berikut :
Meningkatkan perhatian siswa terhadap Energi dan perubahannya dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Meningkatkan keterlibatan siswa terhadap materi Energi dan perubahannya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

D. Manfaat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas
Dengan adanya penelitian Penelitian Tindakan Kelas sangat jelas akan memberikan manfaat yaitu memperbaiki cara mengajar guru untuk dapat memotivasi siswa agar lebih menyenangi mata pelajaran IPA dengan menggunakan alat peraga semaksimal mungkin dalam metode eksperimen Guru akan lebih mudah memberikan materi pelajarannya. Sedangkan bagi siswa akan lebih cepat memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga akan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.

Did you like this? Share it:

Author:

Saya Hanya Orang Biasa yang penuh dengan kehilapan dan kekurangan jika ada kritik, saran atau sesuatu yang bikin sahabat perlu di sampaikan silahkan berkomentar di kolom yang udah di sediakan atau bisa menghubungi langsung melali contack us terima kasih

This author has published 151 articles so far.

Leave a Reply