contoh PTK Sosiologi
upaya guru dalam menambah kreativitas siswa melalui metode diskusi di man ciwaringin kabupaten cirebon
kata kunci : kreativitas siswa, metode diskusi
PENDAHULUAN
a. latar belakang penelitian
pada dasarnya manusia yakni makhluk yang bisa berpikir serta membutuhkan pendidikan, manusia membutuhkan pendidikan supaya bisa berpikir terarah cocok harapan, hingga menurut ali saifullah definisi pendidikan yakni yaitu : pendidikan yakni satu proses dengan mana pikiran, rasio, disiplin mental manusia serta dikembangkan). 1 menurut para psikolog yaitu pendidikan yakni “education is a process of growth in wich the individual is helped to developed his powers, his talent, his abilities, and his interest” (pendidikan yakni satu proses pertumbuhan di dalam mana individu dibantu mengembangkan daya-daya kemampuannya, bakatnya, kecakapannya serta minatnya). 2
kedua pengertian di atas tunjukkan yaitu pendidikan adalah satu proses dalam kaitannya dengan pembentukan internal dalam diri manusia yang berbentuk pikiran, rasio, mental, disiplin, daya-daya kekuatan, bakat, kecakapan, kreativitas, serta minatnya yang mesti dikembangkan.
pengertian pendidikan dalam makna luas adalah satu upaya manusia dalam rangka menambah kesejahteraan hidupnya, yang berlangsung sepanjang hidup. sebagaimana yang dikemukakan hendersen yaitu pendidikan adalah satu proses pertumbuhan serta perkembangan, se seperti hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial serta lingkungan fisik, berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir. 3 pendapat lain mengat menyebutkan yaitu pendidikan yakni satu proses dimana manusia membina pembangan manusia lain dengan cara sadar serta sistematik. 4 pendidikan yakni satu proses kegiatan dengan cara spesial dalam mengarahkan perkembangan kepribadian serta kekuatan, baik pada orang lain ataupun pada diri sendiri. pengarahan oleh orang lain ataupun oleh diri sendiri tak ada bisa berlangsung dengan sendirinya, yaitu : melalui pengaruh dari orang lain ataupun dari lingkungan se senantiasa ada. pendidikan adalah upaya sadar yang disengaja serta terencana untuk membentuk perkembangan mungkin anak supaya berguna untuk kepentingan hidupnya se seperti seorang pribadi serta se seperti anggota masyarakat. kegiatan yang dikerjakan dalam upaya pendidikan bisa berjalan dengan baik, selanjutnya ma permasalahan pendidikan tak ada sebatas tergantung pada baiknya satu program yang telah disusun serta tersedianya peralatan atau media pendidikan yang lengkap serta adanya guru yang terdidik.
salah satu faktor yang tak ada kalah pentingnya dalam kegiatan pendidikan yakni anak didik itu sendiri, serta anak didik atau peserta didik pada akhirnya men jadi satu pencapaian tujuan yang bakal dibentuk atau yang dicita-citakan. dalam uu no. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 5 dikemukakan yaitu peserta didik yakni anggota masyarakat yang berupaya mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, serta type pendidikan ter spesifik. 5
upaya yang butuh dikerjakan dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik, baik potensi kognitif, afektif, psikomotorik, kecakapan, ataupun kreativitasnya dibutuhkan guru yang mampu menempatkan kedudukan serta fungsinya se seperti tenaga profesional dengan tuntutan masyarakat yang terus berkembang serta makin maju. guru se seperti orang yang mewakili orang tua peserta didik di sekolah, membimbing, mengarahkan, memandu peserta didik ke arah kedewasaan serta kemandirian. guru se seperti pengabdi serta pelayan intelektual, seorang guru adalah sosok pribadi yang berperan berikan, mentransfer serta meningkat seperangkat nilai-nilai dalam pengetahuan, sikap, serta ketrampilan peserta didik men jadi manusia yang me mempunyai kreativitas serta mandiri.
kegiatan proses belajar mengajar yang dikerjakan guru bersama murid mesti dilaksan dikerjakan dengan cara terencana, terarah, serta sistematis fungsi meraih tujuan. guru se seperti ujung tombak terdepan dihadapan peserta didik diharapkan mampu berbuat serta peran yang besar dalam menyiapkan peserta didik untuk men jadi manusia dengan me mempunyai pengetahuan, aktif, kreatif, mandiri, serta bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidupnya di masa depan.
khususnya, kondisi serta kondisi di lapangan tunjukkan yaitu guru-guru di man cabangbungin kabupaten bekasi dalam melaksanakan kegiatan proses pembelajaran tetap menggun memakai metode atau pendekatan konvensional, yaitu sebatas menggun memakai metode ceramah atau metode pemberian tugas saja. hingga kondisi ini berdampak negatif kep pada peserta didik, yaitu menjadikan peserta didik tak ada kreatif atau peserta didik men jadi pasif.
hal ini bermakna men jadi tantangan yang bermakna untuk para guru di man cabangbungin kabupaten bekasi dalam membangitkan serta menambah kreativitas peserta didik. selanjutnya kondisi di atas bisa dikatakan yaitu guru belum mampu mengembangkan atau membangkitkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, serta mengasyikkan untuk peserta didik, tetapi guru tetap men jadi pusat pembelajaran untuk siswa. seharusnya, pembelajaran berpusat pada peserta itu sendiri. sebab dalam proses belajar mengajar, guru se seperti fasilitator serta pembuat skenario pembelajaran melalui rancangan langkah-langkah proses belajar mengajar. dari skenario pembelajaran tersebut peserta didik mesti jadi me mempunyai waktu serta kondisi belajar yakni kepunyaannya. serta, menjadikan peserta didik untuk berperan aktif, me mempunyai kreativitas yang tinggi, efektif dalam belajar, serta mengasyikkan untuk peserta didik itu sendiri.
hal ini mesti disadari oleh para guru untuk terus berupaya meraih tujuan yang diharapkan, yaitu : peserta didik yang me mempunyai kreativitas belajar. kondisi yang terjadi sangatlah bergantung pada penerapan manajemen proses belajar mengajar yang dikerjakan oleh guru. apakah manajemen proses belajar mengajar (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi) yang dikerjakan oleh guru telah memenuhi standar proses yang telah ditetapkan ?. apakah pengembangan silabus, rencana pembelajaran, bahan ajar serta metode telah dilaksan dikerjakan guru untuk menumbuhkan serta menambah kreativitas untuk peserta didik ?. perihal ini mesti mampu dijawab serta sekaligus adalah perhatian spesial untuk setiap guru yang profesional dalam menumbuhkan kreativitas peserta didik.
namun pada kenyataanya tetap ada siswa madrasah aliyah negeri cabangbungin kabupaten bekasi, yang kreativitasnya rendah, kurang terampil layaknya minimnya minat belajar, kurang perhatian dalam belajar, kuarng akan dalam komunikasi dalam belajar, kurang keberanian bertanya, kurang keberanian dalam menjawab, kurang menghargai perbedaan pendapat, serta lain sebagainya.
berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik untuk me lakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul “upaya guru dalam menambah kreativitas siswa melalui metode diskusi di man ciwaringin kabupaten cirebon”.
b. identifikasi penelitian
berdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas, selanjutnya penulis berupaya untuk mengidentifikasi beraneka ma permasalahan yang ada. adapun diidentifikasi penelitian yakni se seperti tersebut :
1. bagiamanakah metode diskusi yang dirancang oleh guru dalam menambah kreativitas siswa di man cabangbungin kabupaten bekasi ?
2. bagaimanakah rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp) yang dirumuskan serta dibuat oleh guru dalam menambah kreativitas siswa di man cabangbungin kabupaten bekasi ?
3. bagaimanakah pengembangan bahan ajar yang dipersiapkan guru dalam menambah kreativitas siswa di man cabangbungin kabupaten bekasi ?
4. bagaimanakah pelaksanaan proses belajar mengajar yang dikerjakan guru dalam menambah kreativitas siswa di man cabangbungin kabupaten bekasi ?
5. bagaimanakah upaya guru dalam menambah kreativitas belajar siswa melalui metode diskusi ?
6. serta tetap ada faktor- faktor lain yang bisa mempengaruhi kreativitas siswa dalam belajar.
c. pembatasan penelitian
berdasarkan pada identifikasi penelitian yang telah dijelaskan di atas, peneliti me lakukan pembatasan ma permasalahan dalam penelitian ini. mengingat, waktu yang ada, ilmu, pengetahuan, peluang, serta cost yang dimiliki.
dari beraneka identifikasi ma permasalahan di atas, penulis bakal membatasi penelitian tindakan kelas ini yaitu : upaya guru dalam menambah kreativitas siswa melalui metode diskusi di man cabangbungin kabupaten bekasi.
yang di maksud dengan kreativitas yakni kekuatan mental hasil interaksi individu dengan lingkungan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis layaknya : fantasi, imajinasi, ide-ide, serta apersepsi fungsi memecahkan ma permasalahan.
metode diskusi yakni satu cara penyajian bahan pembelajaran di mana guru mengasih peluang kep pada para siswa untuk kreatif berkomunikasi ilmiah fungsi menghimpun pendapat, mem buat kesimpulan atau menyusun beraneka pemecahan ma permasalahan dengan berinteraksi satu sama lain, baik dengan cara individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, fungsi memperoleh jawaban atau pengertian serta perilaku.
d. perumusan penelitian
berdasarkan pembatasan ma permasalahan di atas, penulis bisa merumuskan ma permasalahan yang bakal diteliti, yaitu : “bagaimanakah upaya guru dalam menambah kreativitas siswa melalui metode diskusi ? ”.
e. manfaat penelitian
hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan bisa bermanfaat untuk peneliti, para guru, sekolah serta semua pihak yang berkepentingan terhadap peningkatan kekuatan serta kreativitas siswa, selanjutnya yang diharapkan yakni se seperti tersebut :
a. bisa berikan sumbangan pemikiran pada lingkungan pendidikan dengan cara umum, serta untuk guru bidang studi sosiologi (sosiologi) ;
b. bisa menolong peserta didik yang tetap mengalami kesusahan belajar dalam bidang studi sosiologi (sosiologi) ;
c. bisa tahu beraneka kebutuhan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sosiologi (sosiologi) cocok karakteristik yang dimiliki ;
d. bisa mendorong peningkatan kreativitas guru sosiologi fungsi menambah ketrampilan mengajar dengan cara profesional ; dan
e. penelitian ini men jadi masukan untuk penelitian berikut.
e. sistematika pembahasan
bab i pendahulun terdiri dari : latar belakang ma permasalahan, identifikasi ma permasalahan, pembatasan ma permasalahan, perumusan ma permasalahan, manfaat penelitian, serta sistematika pembahasan.
bab ii landasan teoretis terdiri dari : landasan teoritis penelitian, kerangka berpikir serta hipotesis.
bab iii kerangka metodologi penelitian terdiri dari : tujuan penelitian, tempat serta waktu penelitian, metode penelitian, sumber data, teknik serta alat pengumpul data, langkah langkah penelitian, teknik kalibrasi keabsahan data, serta teknik analisa data.
bab iv hasil penelitian terdiri dari : kondisi madrasah, kegiatan siklus, serta pembahasan.
bab v penutup terdiri dari : kesimpulan serta saran
Author: admin
Saya Hanya Orang Biasa yang penuh dengan kehilapan dan kekurangan jika ada kritik, saran atau sesuatu yang bikin sahabat perlu di sampaikan silahkan berkomentar di kolom yang udah di sediakan atau bisa menghubungi langsung melali contack us terima kasih
This author has published 151 articles so far.