Proposal Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) SD
PEMBINAAN SUPERVISI AKADEMIK
MELALUI OBSERVASI CLASS DAN INDIVIDUAL CONFERENCE DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SD NEGERI LEUWIMUNDING 3
MELALUI OBSERVASI CLASS DAN INDIVIDUAL CONFERENCE DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SD NEGERI LEUWIMUNDING 3
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan pada hakekatnya adalah sarana yang paling mendasar untuk memperoleh kelangsungan hidup manusia dan secara instrumental pendidikan merupakan suati infrastruktur untuk mengembangkan sumber daya manusia sebagai pelestari kebudayaan yang terus menerus berubah secara berke-sinambungan.
Perubahan pendidikan terus terjadi sesuai dengan perubahan jaman yang dihadapi untuk menuju masyarakat baru dalam Era Otonomi Daerah, dengan demikian dunia pendidikan dituntut harus memiliki konsep serta pendekatan yang sesuai dengan tuntutan perubahan tersebut.
Sekolah mempunyai peranan yang sangat penting bagi masyarakat yang membutuhkan pendidikan, oleh karena itu sekolah mempunyai peran untuk menginformasikan tentang sistem pendidikan yang diselenggarakannya. Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan melalui proses belajar mengajar harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang memerlukannya. Sehingga sekolah mampu memberikan tanggung jawab secara penuh terhadap keseluruhan perkembangan pendidikan sesuai tuntutan masyarakat.
Pelaksanaan pendidikan di Era Otonomi Daerah yang telah dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1990 jo Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Pembagian Kewenangan antara Pusat dan Daerah. Hal tersebut membawa nuansa baru dalam sistem pengelolaan pendidikan. Nuansa baru itu antara lain berkembangnya pemikiran untuk melaksanakan pengelolaan pendidikan secara mandiri. Pelaksanaan pendidikan secara mandiri dimaksudkan agar daerah dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya tanpa meninggalkan muatan nasional. Dalam sistem pendidikan yang desentralisasi, potensi semua stakeholders sangat dibutuhkan dalam implementasi untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Keinginan untuk melaksanakan pendidikan secara desentrasliasi, diharapkan dapat mendorong peningkatan layanan dibidang pendidikan kepada masyarakat. Sedangkan tujuan akhir sebagai upaya peningkatan kualitas atau mutu pendidikan dalam rangka mencapai tujuan nasional, seperti tercantum dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II Pasal 3, yaitu :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahasa Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Upaya pelaksanaan desentralisasi dalam bidang pendidikan, diharapkan agar sekolah dapat dengan leluasa mengelola sumber daya dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, sehingga sekolah lebih tanggap terhadap kebutuhan di sekitarnya. Otonomi pendidikan dan otonomi sekolah sangat berperan dalam menampung keinginan, konsensus dan komitmen dari masyarakat di sekitarnya. Keputusan-keputusan yang dibuat merupakan kesepakatan dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam bidang pendidikan yang memiliki akses paling baik, sehubungan dengan informasi kebutuhan masyarakat setempat dan mereka yang terkena akibat-akibat dari kebijakan tersebut.
Desentralisasi pendidikan dalam otonomi sekolah, dilaksanakan dengan menggunakan manajemen peningkatan mutu yang berbasis pada kompetensi sekolah atau yang dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Adapun pengertian dari Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah seperti yang dikemukakan oleh Dadi Permadi (2001 : 19) yaitu : “School Based Manajement (SBM) merupakan bentuk alternatif sekolah dalam program desentralisasi bidang pendidikan, yang ditandai adanya otonomi luas di tingkat sekolah, partisipasi masyarakat yang tinggi dan dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional”.
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu model implementasi kebijakan desentraslisasi pendidikan yang merupakan suatu konsep inovatif dan pelaksanaannya bukan hanya dikaji sebagai wacana baru dalam pengelolaan pendidikan. Sebagai ciri manajemen berbasis sekolah adalah adanya otonomi sekolah dan berpartisipasi masyarakat yang tinggi tanpa mengabaikan kebijakan nasional yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, mutu dan pemerataan pendidikan.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan merupakan kriteria minimal penyelenggaraan sistem pendidikan di Indonesia. Selain itu peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 menegaskan tentang Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah yang meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi manajerial dan kompetensi penelitian pengembangan begitu jelas tentang peran pengawas sekolah sebagai supervisor sangat penting dalam memengaruhi kualitas sebuah sekolah.
Konsep quality assurance atau penjaminan mutu pendidikan yang melibatkan peran pengawas sekolah adalah hal penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, dimana pengawas sekolah mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial melalui pemantauan, penilaian, pembinaan, pelaporan dan tindak lanjut.
Maka dari itu peran dan fungsi pengawas sekolah seabgai supervisor terhadap peningkatan mutu pendidikan senantiasa harus lebih diintensifkan pelaksanaannya terhadap sekolah sebagai upaya dalam peningkatan mutu pendidikan.
Pengawas sekolah melaksanakan supervisi akademik terhadap guru berdasarkan kriteria penilaian dengan indikator pada kualitas manajemen dan kepeminpinan sekolah, kualitas pembelajaran dan kurikulum, kualitas kesiswaan serta peran komite sekolah sebagai stakeholders, untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Dengan demikian, adanya kontrol/pengawasan yang berkesinambungan secara obyektif dan menyeluruh akan menjadi daya dorong bagi sekolah dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan.
Dalam kaitan dengan peningkatan mutu pendidikan, sampai sejauh mana keberhasilan sekolah kaitannya dengan keberhasilan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Untuk itulah penulis mencoba mengadakan studi kasus di sebuah. Selain itu sebagai pertimbangan bahwa penulis bertugas selaku pengawas sekolah yang mempunyai tugas, pokok dan fungsi (tupoks) melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial melalui pemantauan, penilaian, pembinaan, pelopor dan tindak lanjut hasil dari supervisi untuk peningkatan mutu pendidikan.
Guru yang profesional harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Guru profesional selalu melaksanakan pembelajaran dengan baik mulai dari pembuatan administrasi pembelajaran, pelaksanaan sampai kepada evaluasi / penilaian pembelajaran. Pembuatan administrasi merupakan implementasi dari kegiatan pembelajaran, dimana rencana pembelajaran merupakan skenario pembelajaran agar proses belajar mengajar mengajar terarah dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik, pelaksanaan pun akan terarah dengan baik sehingga hasil yang diharapkan akan tercapai dengan baik pula, dan ini menunjukkan kualitas pembelajaran meningkat atau yang kita dengan meningkatnya mutu pembelajaran.
Guru SDN Leuwimunding III Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka selalu melaksanakan pembelajaran tanpa membuat dan memperhatikan perlunya persiapan / perencanaan pembelajaran dengan baik karena dianggap sudah biasa. Kadang-kadang masih ada juga guru yang masuk ke kelas untuk melaksanakan KBM hanya membawa buku materi atau Lembar kerja Siswa (LKS) saja. Jadi dalam pembuatan administrasi yang lengkap belum semua guru melaksanakannya. Salah satu faktor penyebabnya pemahaman guru tentang administrasi pembelajaran masih rendah (yang telah lengkap administrasi pembelajarannya baru 30% dari 18 orang guru). Untuk itulah melalui pembinaan supervisi akademik merupakan salah satu alternatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran menuju peningkatan kualitas pembelajaran.
Pola pembinaan yang dilaksanakan pengawas secara terus menerus dan bekelanjutan (Cintinuous Quality Improvement) serta observasi dengan metoda yang bervariasi dan pembicaraan individual (individual conference), akan menumbuhkan minat dari guru itu sendiri untuk melaksanakan (membuat) administrasi secara terus menerus dan rutin, bahkan guru akan terbiasa untuk membuat perencanaan pembelajaran sebagai persiapan mengajar sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas (KBM). Dibuatnya perencanaan yang baik dan matang serta pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru dengan baik, maka kualitas pembelajaran akan meningkat sesuai dengan yang diharapkan. Hal itulah yang melatarbelakangi penulis untuk mencoba melaksanakan pembinaan dalam penyusunan Penelitian Tindakan Sekolah yang berjudul “Pembinaan Supervisi Akademik melalui Observasi Class dan Individual Conference dan Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di SDN Leuwimunding III Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka.
1.2. Rumusan dan Pemecahan Masalah
Uraian di atas mengacu kepada perlunya pembinaan supervisi akademik dalam kaitannya dengan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran, salah satu kompetensi guru yang tertuang dalam peraturan Mendiknas RI Nomor 16 Tahun 2007 adalah kompetensi guru yang perlu dikembangkan dan dilaksanakan secara ututh dan menyeluruh yang terintegrasi dalam kinerja guru.
Untuk terlaksananya sistem supervisi akademik secara menyeluruh dan optimal dilakukan oleh pengawas terutama dalam menindaklanjuti hasil pembelajaran. Maka upaya yang dilakukan penulis berdasarkan informasi yang diperoleh melalui suatu kegiatan penelitian dengan cara observasi, wawancara dengan pihak terkait.
Dalam kaitan ini, maka pembinaan yang dimaksud adalah berjudul “Pembinaan Supervisi Akademik melalui Observasi Class dan Individual Conference dan Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di SDN Leuwimunding III Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka.
Mengingat luasnya ruang lingkup masalah yang harus dipecahkan, maka untuk kegiatan pembinaan dilaksanakan dengan pembinaan dilaksanakan dengan beberapa tahapan atau beberapa siklus. Pelaksanaan pembinaan ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan dengan tujuan mempermudah penyusunannya dan secara rinci masalah tersebut dapat dijabarkan dalam pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
1) Apakah administrasi pembelajaran dibuat oleh setiap guru ?
2) Bagaimana tingkat kesesuaian antara RPP dengan pelaksanaan pembelajaran ?
3) Langkah-langkah apa yang harus ditempuh dalam perbaikan pembelajaran menuju kualitas yang diharapkan ?
Dari rumusan diatas, penulis mencoba menganalisis untuk pemecahan masalah, menganalisis akar penyabab masalah dengan mengidentifikasi penyebab, yang kemudian memastikan akar penyebab masalah yang mendekati kenyataan. Selanjutnya, mengajukan alternatif pemecahan masalah serta tindakan yang akan dilakukan untuk keterlaksananan administrasi pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Hal ini penting dilakukan, karena sebagai pengawas, peran penulis sangat besar dalam membina, mengarahkan, dan mengevaluasi pembelajaran di sekolah sehingga terlaksana tujuan yang diharapkan.
Pembinaan yang dilakukan penulis sebagai supervisor adalah observasi kelas dan mengadakan pembicaraan individual (Individual conference) melalui aplikasi pokok-pokok pembicaraan individual yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
1. Meningkatnya kemampuan guru dalam pembuatan administrasi;
2. Meningkatnya kualitas pembelajaran;
3. Meningkatnya sharing pendapat antar teman sejwat dalam pembuatan administrasi pembelajaran.
4. Memperbaiki dan meningkatkan performance pembelajaran guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
1.3.2. Manfaat Penelitian
1. Guru-guru akan termotivasi untuk membuat administrasi pembelajaran dengan lengkap,
2. Terjalin kerjasama yang solid antar teman sejawat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,
3. Hasil belajar siswa meningkat sehingga kualitas pembelajaran meningkat.
Author: admin
Saya Hanya Orang Biasa yang penuh dengan kehilapan dan kekurangan jika ada kritik, saran atau sesuatu yang bikin sahabat perlu di sampaikan silahkan berkomentar di kolom yang udah di sediakan atau bisa menghubungi langsung melali contack us terima kasih
This author has published 151 articles so far.
Salam, mohon dikirim PTS lengkap dan proposal untuk panduan peningkatan mutu pendidikan ke email sukarnohk@yahoo.co.id
hai teman boleh si…tau proposal dan PTS lengkapnya barangkali dapat dilaksanakan disekolah saya hehehe kaalo boleh mohon kirim dong
hai teman boleh si…tau proposal dan PTS lengkapnya barangkali dapat dilaksanakan disekolah saya hehehe kaalo boleh mohon kirim dong
hai teman..
Saya sangat tertarik dengan PTS nya.
Boleh kan tau proposal dan PTS selengkapnya
saya mau laksanakn di sekolah saya.
Trmksh
hai teman..
Saya sangat tertarik dengan PTS nya.
Boleh kan tau proposal dan PTS selengkapnya
saya mau laksanakn di sekolah saya.
Trmksh
Mohon dikirim contoh laporan pts tentang:
“Upaya meningkatkan kinerja guru melalui supervisi akademik di smp negeri 10 bandung”
Mohon dikirim contoh laporan pts tentang:
“Upaya meningkatkan kinerja guru melalui supervisi akademik di smp negeri 10 bandung”
tolong dong kirim ke email saya: darmanirla@yahoo.co.id
tolong dong kirim ke email saya: darmanirla@yahoo.co.id
tolong dong kirim ke amail saya : darmanirla@yahoo.co.id
silahkan untuk menuju ke halaman http://www.contoh-kti.info/request/ terima kasih atas kunjungannya
Ass.Mksih buannyakkkk… ya atas sgla Info ttg contoh PTS,oh ya mf, law bisa tlg kirimPTS lengkapnya ya ke Emailku,semoga Allah SWT membalas semua kebaikan antum…!!!!!!!!
tolong dong kirim ke amail saya : darmanirla@yahoo.co.id
silahkan untuk menuju ke halaman http://www.contoh-kti.info/request/ terima kasih atas kunjungannya
Ass.Mksih buannyakkkk… ya atas sgla Info ttg contoh PTS,oh ya mf, law bisa tlg kirimPTS lengkapnya ya ke Emailku,semoga Allah SWT membalas semua kebaikan antum…!!!!!!!!